Friday, December 25, 2015

Nyanyian Tanjung Sepi

Dan sepi itu terus menghambat aku kemana-mana sehingga menjadikan aku resah gelisah tiada jalan pulang. Aduhai, masa yang indah itu sudah pergi semuanya... sehingga tidak ada apa-apa lagi yang tersisa untukku di sini. Aku seperti camar yang patah sayap. Aku bagaikan biduk tanpa perhentian. Aku umpama permaisuri tanpa kerajaan. Lalu bagaimana lagi harus aku kutip sisa hari-hari mendatang yang sirna itu, bersendirian? Tanpa dia dan tanpa kamu? Aku betul-betul kesepian. Mana hilangnya semua masa lalu yang indah itu?

Aqmar : Senyuman itu membuat hitan rasanya terbakar, dan lirikan mata sang bidadarinya membuat beku hatinya bisa cair.

Zainur : Beku hatinya pernah sekali cair dengan panahan mata sang dewi cinta. Cintanya pernah hangus pada sinar api renungan dia.

Khalida : Kekasih, akulah rusuk kirimu yang hilang itu!


No comments:

Post a Comment